MO

#MO
Review Buku : #MO Sebuah Dunia Baru Yang Membuat Banyak Orang Gagal Paham

Review Oleh Heru Yulian Pernahkah kamu berpikir seberapa kuat sosial media bisa mempengaruhi dunia? seberapa kuat pengaruh kata-kata yang diucapkan oleh para influencer terhadap masyarakat? atau apakah sebuah tagar bisa membuat seisi negara kalang kabut? Pertanyaan-pertanyaan tersebut seolah menjadi pernyataan seiring dengan berjalannya waktu. Apakah kamu ingat dengan tagar #Aksi212? atau tagar #SaveAudrey?. Tagar-tagar tersebut...

presiden
TIDAK HARUS MENJADI PRESIDEN JIKA INGIN BERMANFAAT

Dia anak muda yang ingin jadi presiden. Pasalnya selalu gregetan melihat kenyataan yang tidak sesuai hati nurani dan idealismenya. Teman-temannya menganjurkan agar ia masuk partai politik untuk memulai kariernya di sana. Namun, teman-teman lainnya melarang, “Nanti kamu akan menjadi sama seperti mereka. Sama dengan mereka yang duduk di parlemen. Bicara kadang sembarangan, penuh kebencian, sinis,...

crowd
Mampukah Crowd Menggantikan Pasar?

Sekarang ini sudah jamak bila kita akan membeli sesuatu akan melihat dulu bagaimana review dari orang lain. Apa yang menarik di sosial media juga melihat topik mana yang paling banyak diperbincangkan. Itu semua bagian dari crowd. Sekumpulan orang yang menjadi sumber daya. Rhenald Kasali dalam buku #MO (Mobilisasi Orkestrasi) berusaha menjelaskan pentingnya crowd dalam membentuk...

Orkestrasi Value
Melakukan Orkestrasi Melalui Value Creation

Apa yang membedakan bisnis konvensional dengan bisnis berbasis teknologi platform?  Perbedaan utamanya ada pada aspek value creation. Nilai lebih dari suatu produk atau jasa. Pada bisnis konvensional, proses value creation hadir dalam skema pipeline, artinya dari proses bisnis panjang suatu perusahaan menggunakan seluruh asset yang dimilikinya. Sedangkan bisnis berbasis platform, value creation terjadi sangat cepat...

isis MO yodo
ISIS Pun Sadar #MO

ISIS tak pernah mati akal untuk membujuk rayu para martir baru. Sama seperti yang dilakukan gerakan-gerakan mobilisasi dalam bisnis maupun politik, ISIS sejak tahun 2014 menggunakan tagar-tagar untuk meningkatkan dukungan dan popularitasnya.  Dengan pola komunikasi yang persuasif dan seakan tanpa masalah, pengikut ISIS lainnya pun dapat menyebarkan paham ideologinya secara mandiri, tanpa arahan. Salah satu...

×