News

EXPOSE > News
bung tomo
Bung Tomo dan Semangat Zaman Hari Pahlawan

Jika menelusuri kembali pertistiwa 10 November 1945, perhatian kita akan tertuju kepada Bung Tomo (Sutomo) dan Kota Surabaya. Bung Tomo dikenal sebagai penyemangat tempur Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya. Kecintaannya kepada  bangsa inilah yang mendorongnya melakukan hal itu. Dalam buku Mata Air Keteladanan karya Yudi Latif, disebutkan bahwa semangat Bung Tomo merupakan perwujdan dari...

tanpa marah
Mengasuh Tanpa Marah, Bisakah?

Pola asuh orang tua zaman dulu pada umumnya dianggap yang terbaik. Keberhasilan anak – anaknya di masa sekarang digunakan sebagai bukti bahwa gaya parenting itu sudah teruji kesuksesannya. Namun kehidupan di era yang serba terbuka saat ini memberikan orang tua muda informasi nyaris tanpa batas mengenai berbagai pola pengasuhan anak.  Menimbulkan rasa segan melalui hukuman...

#MO
Review Buku : #MO Sebuah Dunia Baru Yang Membuat Banyak Orang Gagal Paham

Review Oleh Heru Yulian Pernahkah kamu berpikir seberapa kuat sosial media bisa mempengaruhi dunia? seberapa kuat pengaruh kata-kata yang diucapkan oleh para influencer terhadap masyarakat? atau apakah sebuah tagar bisa membuat seisi negara kalang kabut? Pertanyaan-pertanyaan tersebut seolah menjadi pernyataan seiring dengan berjalannya waktu. Apakah kamu ingat dengan tagar #Aksi212? atau tagar #SaveAudrey?. Tagar-tagar tersebut...

spiritualitas pancasila
Dari Wawasan Pancasila ke Spiritualitas Pancasila

Resensi buku WAWASAN PANCASILA EDISI KOMPREHENSIF oleh Budhy Munawar-Rachman Pancasila telah menjadi kesepakatan masyarakat Indonesia ketika negara ini didirikan. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah hasil dari penggalian karakter dan budaya masyarakat Indonesia. Sejarah kelahiran Pancasila pada 1 Juni, misalnya adalah tonggak berharga bagi perjalanan bangsa Indonesia. Sebagai dasar Negara, Pancasila menjadi jiwa dari segala...

presiden
TIDAK HARUS MENJADI PRESIDEN JIKA INGIN BERMANFAAT

Dia anak muda yang ingin jadi presiden. Pasalnya selalu gregetan melihat kenyataan yang tidak sesuai hati nurani dan idealismenya. Teman-temannya menganjurkan agar ia masuk partai politik untuk memulai kariernya di sana. Namun, teman-teman lainnya melarang, “Nanti kamu akan menjadi sama seperti mereka. Sama dengan mereka yang duduk di parlemen. Bicara kadang sembarangan, penuh kebencian, sinis,...

×